Debut Pahit Arbeloa, Real Madrid Tersingkir dari Copa del Rey Usai Kalah dari Albacete
Real Madrid mengalami salah satu momen paling mengejutkan dalam sejarah modern klub setelah tersingkir dari ajang Copa del Rey akibat kekalahan 2-3 dari Albacete, klub yang saat ini bermain di divisi dua Spanyol.
Laga yang digelar dini hari tadi jadi debut resmi Álvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala Madrid, namun berakhir tragis dan langsung memunculkan banyak pertanyaan tentang arah tim Los Blancos.
Latar Belakang Perubahan Pelatih
Arbeloa ditunjuk menjadi pelatih kepala Real Madrid setelah manajemen memutuskan hubungan kerja dengan Xabi Alonso, yang masa tugasnya dianggap tidak memenuhi ekspektasi klub. Perubahan tersebut dimaksudkan untuk memberi suntikan semangat baru bagi tim yang tengah berada dalam periode evaluasi.
Namun, peristiwa di Copa del Rey justru membuat harapan tersebut mengalami ujian besar sejak laga pertama Arbeloa berada di bangku cadangan.
Real Madrid memasuki pertandingan ini tanpa sejumlah pilar utama seperti Kylian Mbappé dan Jude Bellingham, yang diistirahatkan menjelang pertandingan liga berikutnya. Pilihan skuat ini kemudian menjadi sorotan besar setelah hasil akhir tidak berpihak pada sang juara Spanyol.
Kronologi Laga
Bagaimana Madrid Tersingkir di Babak 16 Besar
Babak Pertama: Albacete Lanjutkan Kejutan
Pertandingan berlangsung di Estadio Carlos Belmonte, kandang Albacete, dengan suasana yang berat bagi tim tamu Real Madrid. Albacete membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Javi Villar dari situasi bola mati. Madrid sempat kesulitan menemukan ritme permainan mereka di awal laga, dengan banyak serangan yang terputus di lini tengah.
Madrid akhirnya menyamakan skor jelang akhir babak pertama berkat gol dari Franco Mastantuono. Gol ini memberi suntikan semangat kepada Los Blancos, namun momentum pertandingan masih sangat terbuka bagi kedua tim.
Babak Kedua: Drama Menit Akhir yang Mengejutkan
Pada menit ke-82, Albacete kembali memimpin lewat gol Jefte Betancor. Pemain ini menunjukkan kelasnya dengan mencetak gol penting setelah umpan silang gagal diantisipasi sempurna oleh pertahanan Madrid.
Madrid kembali membalas melalui gol Gonzalo García di masa injury time, yang sempat membuat suasana seakan bakal berlanjut ke babak tambahan.
Namun drama belum selesai. Di menit ke-94, Betancor kembali mencatatkan namanya di papan skor dengan gol spektakuler yang memastikan Albacete menang 3-2 dan membuat Real Madrid terlempar dari Copa del Rey.
Kemenangan ini jadi momen bersejarah bagi klub divisi dua tersebut karena mencatatkan salah satu kejutan terbesar di ajang cup Spanyol musim ini.
Reaksi Usai Kekalahan
Komentar Arbeloa dan Pemain
Arbeloa Ambil Tanggung Jawab
Usai laga, Arbeloa mengakui kekalahan ini sebagai salah satu pengalaman yang pahit dalam kariernya dan mengambil tanggung jawab penuh atas hasil negatif tersebut. Ia menegaskan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses menuju sukses dan bahwa dia tidak takut menghadapi kritik atas keputusan taktis dan pemilihan skuat.
“Saya tahu di klub ini bahkan hasil imbang sudah dianggap buruk, jadi kekalahan seperti ini sangat menyakitkan terutama melawan tim dari divisi yang lebih rendah. Saya yang bertanggung jawab atas pilihan lineup dan strategi,” ujar Arbeloa di konferensi pers usai pertandingan.
Respon Pemain
Kapten Real Madrid, Dani Carvajal, ikut buka suara selepas kekalahan tersebut. Ia mengaku tim tidak tampil sesuai standar klub dan berjanji akan bekerja keras untuk memperbaiki performa di kompetisi berikutnya. Carvajal juga menyampaikan permintaan maaf kepada suporter atas hasil yang diraih.
Reaksi dari pemain lain juga menegaskan perlunya evaluasi cepat, baik dari sisi taktik, mental, dan kebugaran jelang kompetisi liga yang kembali digelar. Semua tahu tekanan di Madrid selalu tinggi, dan kegagalan di kompetisi domestik seperti Copa del Rey dirasakan sebagai tamparan keras.
Implikasi Kekalahan
Apa Artinya bagi Real Madrid?
Krisis Kepercayaan
Kekalahan ini makin mempertegas periode sulit Madrid belakangan ini di kompetisi domestik. Setelah kehilangan trofi Supercopa baru-baru ini, tersingkir dari Copa del Rey oleh tim divisi dua menjadi noda lagi di lembar statistik Los Blancos musim ini.
Tekanan kepada pelatih baru dan skuad muda yang banyak diturunkan juga makin memuncak. Banyak pengamat sepak bola menilai Real Madrid perlu segera mengembalikan fokus pada La Liga karena kemungkinan bersaing di beberapa kompetisi besar lain makin tipis jika performa tak cepat diperbaiki.
Pelajaran dan Jalan ke Depan
Meski ini menjadi titik nadir, para pemain senior Madrid diharapkan bisa mengambil pelajaran dari hasil mengejutkan ini. Klub besar memang selalu menghadapi tekanan besar di semua kompetisi. Bagaimana Arbeloa merespon tantangan ini di sisa musim akan sangat menentukan nasibnya sebagai pelatih kepala Real Madrid.
Real Madrid menjalani malam yang penuh kejutan di Copa del Rey dengan tersingkir dari Albacete, klub divisi dua. Laga debut Arbeloa sebagai pelatih kepala berubah jadi pengalaman pahit, namun respons matang dan evaluasi mendalam bisa jadi kunci kebangkitan Madrid di laga-laga berikutnya.

Tidak ada komentar: