Football News & Updates

[Football News & Updates][bleft]

Leagues & Competitions

[Leagues & Competitions][bsummary]

Profil & Wonderkid

[Profil & Wonderkid][grids]

Transfers & Rumors

[Transfers & Rumors][twocolumns]

Roma Bantai Celtic 3–0 dengan Performa Memukau Evan Ferguson

 

Roma Bantai Celtic 3–0 dengan Performa Memukau Evan Ferguson

AS Roma tampil ganas di matchday terakhir fase grup UEFA Europa League 2025/26. Melawat ke markas Celtic di Celtic Park, tim Serie A itu menggulung tuan rumah dengan skor 3–0 tanpa balas. Dominasi Roma sudah terlihat sejak awal pertandingan dan Celtic tak mampu memberi perlawanan berarti sepanjang 90 menit laga.

Gol pertama tercipta dari situasi yang bikin tuan rumah terpukul dini: bek Celtic, Liam Scales, secara tak sengaja membobol gawangnya sendiri saat mencoba mengantisipasi bola dari sepak pojok. Keunggulan cepat ini langsung memukul mental Celtic dan membuka ruang bagi Roma untuk mengendalikan permainan.

Brace Evan Ferguson, Bintang dari i Giallorossi

Penyerang muda AS Roma, Evan Ferguson, benar-benar mencuri perhatian. Ia mencetak dua gol di babak pertama, yang membuat skor jadi 3–0 sebelum turun minum. Gol pertamanya lahir dari penempatan posisi yang cerdik dan penyelesaian yang tenang, memanfaatkan umpan rendah dari Zeki Çelik. 

Tiket kedua Ferguson datang jelang turun minum melalui tembakan akurat di dalam kotak penalti setelah permainan terorganisir rapi dari lini tengah Roma.

Penampilan Ferguson bukan hanya sekadar dua gol, ia menunjukkan kematangan insting penyerang yang tajam, berlari tanpa henti, dan selalu berada di posisi yang tepat untuk mengancam. Momen ini menjadi salah satu penampilan terbaiknya sejak bergabung dengan Giallorossi musim ini.

Babak Kedua: Celtic Tak Berkutik

Setelah turun minum, Celtic mencoba melakukan beberapa pergantian untuk membangkitkan semangat juang. Namun, perubahan itu tak memberi dampak berarti. Roma tetap unggul penguasaan bola, mengatur tempo, dan memaksa Celtic bermain reaktif sepanjang babak kedua.

Celtic sempat mendapatkan peluang melalui penalti di masa injury time babak pertama, setelah Arne Engels dilanggar di dalam kotak. Sayangnya, eksekusi penalti itu hanya menghantam tiang dan tetap membuat Roma unggul tiga gol.

Ada juga momen saat Celtic tampak memperkecil ketertinggalan lewat Kelechi Iheanacho, tetapi gol tersebut akhirnya dianulir karena offside setelah pengecekan VAR. Itu menutup peluang tuan rumah untuk kembali ke pertandingan.

Taktik Gasperini Menjadi Kunci

Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, tampak mempersiapkan timnya dengan pendekatan yang agresif dan terkoordinasi. Roma menekan tinggi sejak peluit awal, memaksa Celtic kehilangan bola di area yang berbahaya. Dominasi ini terlihat dari jumlah peluang dan tekanan yang terus diberikan ke lini pertahanan tuan rumah.

Meski sebelumnya Roma sempat mengalami periode tanpa gol di Serie A, performa mereka di pertandingan ini menunjukkan bahwa ancaman serangan masih sangat nyata ketika tim bermain dengan tempo cepat dan kompak.

Kekalahan Ini Memperburuk Situasi Celtic

Bagi Celtic, hasil ini bukan sekadar kalah skor, ini juga memperpanjang periode sulit sejak pergantian pelatih. Wilfried Nancy, yang baru saja menangani tim, kini belum meraih kemenangan di dua pertandingan pertamanya di kompetisi Eropa. 

Kekalahan telak ini menggambarkan bahwa Celtic belum menemukan pola permainan yang stabil di bawah asuhan pelatih barunya.

Reaksi para suporter pun cukup keras; sebagian penonton sudah meninggalkan stadion menjelang akhir laga karena frustrasi melihat performa tim yang jauh dari harapan.

Dampak di Fase Grup dan Berikutnya

Kemenangan ini membawa AS Roma ke posisi yang lebih nyaman di klasemen grup Liga Europa, membuat peluang mereka untuk lolos ke babak knockout tetap terbuka dengan dua pertandingan tersisa. Dengan gaya permainan seperti ini, Roma punya peluang besar untuk melanjutkan momentum positifnya.

Sementara itu, Celtic harus segera bangkit jika ingin menjaga asa lolos dari fase grup. Selisih poin dan gol kini menjadi tekanan tambahan bagi mereka dalam sisa pertandingan.

AS Roma mendominasi dari menit awal hingga akhir dan sukses mengunci kemenangan 3–0 di kandang Celtic lewat gol bunuh diri Liam Scales dan dua gol Evan Ferguson di babak pertama. 

Penampilan agresif dan terorganisir Roma menjadi penentu hasil ini, sementara Celtic harus mengevaluasi langkahnya setelah kekalahan berat di fase grup Liga Europa.

 

Tidak ada komentar: